hai hai, sudah lama aku tidak kembali pada pukul 10 yang kujanjikan. semoga kita selalu bisa menikmati keheningan malam dengan hati yang masih berbunga-bunga menanti mimpi tengah malam nanti. btw ini lanjutan dari bab "jalan jalan denganku dan isi kepalaku : tiap pukul 10" ya. enjoy!
***
mencintai hati yang tuhan cintai;
seribu doa telah dirapalkan
bisik bisik semakin pelan
diiringi air mata berjatuhan
tuhan, kini sesal itu mengakar
***
jika perempuan ini bukan aku;
bagaimana sepi dalam ruh bisa terurai
setiap malam bibirmu menari nari
merapalkan hal hal yang tak kumengerti
esoknya,
beberapa bait kehilangan nyawanya
jika perempuan ini bukan aku
lantas, semalam hilang
**
"perempuan yang kamu cintai di 2020 itu,
apa dia selalu pakai baju hitam setiap hari Rabu?"
itu Aku.
**
kumpulan malam
seringkali mendekap saya
kacau balau seketika mereda
seluruh memori, layu
**
satu rahasia;
seandainya kuberi tahu
akankah mengubah karya tulis tuhan?
jika malah membuat tuhan marah
aku tak mau mengorbankan kita
***
lihat saja jika dia rajin menulis
tanda tanda sedang jatuh cinta
menajamkan pena pada ketidakpastian
itu hanya jatuh cinta
lembar demi lembar kena imbasnya
kadang basah, bergelombang
pada suatu kata
buku cokelat tua merapal
"aku makin lusuh,
cintamu masih tak bergembala"
**
yang kemarin
mungkin aku belum cukup pandai
jangan dikasihani lagi
aku sudah rapi-rapi menata
**
aku kira yang kemarin itu
kita benar direngkuh cinta
kita belum saling paham
seluruhmu, seluruhku
Komentar
Posting Komentar