Hai, kenalin gue Asha, perempuan dengan beribu ketakutan yang ingin gue kalahkan sendiri.
![]() |
| Asha - Gaharu pt.1 |
Gue pernah bersumpah nggak akan jatuh cinta lagi, setelah berkali-kali membangun cerita yang nggak pernah berhasil sampai di endingnya. Disaat gue mulai melihat luka-luka itu perlahan pudar, gue mengenal Gaharu. Manusia kutu buku, penghuni Taman Cendana yang selalu gue datangi setiap sore untuk meredakan kalut di kepala setelah seharian bekerja.
We're good, but then...
"Sha, kalau suatu hari nanti lo ketemu sama orang yang lebih baik dari gue, lo boleh kok pilih dia"
- Gaharu, Taman Cendana, 10 Juli '26
Hampir enam bulan gue mengenal Gaharu, dan nggak pernah ada yang aneh darinya. Setidaknya sampai malam ini.
Selain bengong, gue mencoba mencerna perkataannya. Apa yang membuatnya tiba-tiba nggak percaya diri setelah kami bersama-sama menamatkan hampir semua kedai es krim di Surakarta?
Gue pulang dengan satu kalimat yang terus berputar-putar di kepala.
Obrolan panjang yang nggak pernah terasa cukup. Perjalanan pulang yang sengaja diperlambat. Atau hal-hal kecil yang selama ini gue kira akan menjadi bagian dari cerita kita untuk waktu yang lama. Bagaimana kalau semua itu ternyata cuma sementara? Bagaimana kalau suatu hari nanti kita benar-benar berhenti menjadi "kita"?
Gue jadi mempertanyakan setiap kenangan. Bukan karena gue nggak percaya sama apa yang sudah kita lewati, tapi karena tiba-tiba gue sadar kalau gue nggak pernah tau akan sampai mana cerita ini berjalan.
Sekarang gue tahu, ada kemungkinan suatu hari nanti Taman Cendana cuma akan jadi tempat yang pernah kami datangi. Ada kemungkinan kedai-kedai es krim itu akan gue lewati sendirian. Ada kemungkinan nama Gaharu perlahan berhenti muncul di hari-hari gue.
Dan gue nggak tahu mana yang lebih menyebalkan, kemungkinan kehilangan Gaharu atau kemungkinan bahwa semua ini memang nggak pernah ditakdirkan untuk tinggal lama.
Atau mungkin, gue cuma sedang takut.
Takut kalau ternyata cerita ini punya ending yang sama seperti cerita cerita sebelumnya.
Malam ini, untuk pertama kalinya sejak mengenal Gaharu, gue berani memikirkan satu hal yang selama ini gue hindari.
What if this doesn’t end well?
Dan mungkin, malam ini gue belum perlu tau.

Komentar
Posting Komentar