Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Jalan - Jalan Malam Denganku dan Isi Kepalaku (Tiap Pukul 10)

fase kehidupan ini bener - bener gak pernah berakhir sebelum kita meninggal. tau gak? fase pelangi menjadi favoriteku. lengkungnya seperti tersenyum padaku. merah, kuning, hijau, tak pernah redup untuk pertama kalinya. fase ini, aku menggandeng seluruh jiwa yang bersembunyi, tak perlu takut, ada aku. fase selanjutnya... aku harap aku masih dibutuhkan. *** anak ini, mula - mula ingin menjadi dokter , namun saat remaja dia ingin jadi polisi, penyanyi, pelukis, pengarang. dewasa ini dia bagaikan air, tak sederas air terjun, tak sekuat deburan ombak, namun tak kering juga seperti musim di awal tahun. anak ini, masih berdiri diatas hobinya, berlayar dengan imajinasinya, larut dalam indahnya proses tumbuh menjadi apa yang dia mau. *** peran. "kamu itu mirip bapakmu" atau "kamu itu mirip ibumu" selain diriku, kalian jadi tau separuhku ya separuhnya mereka. aku suka sekali menulis, aku suka sekali keindahan yang dirasakan melalui mata dan telinga. ternyata disanalah bapakku...

Selama Bukan Kalian

dari banyak jurang yang pernah aku lewati, aku ingin menuntun mereka agar selalu melewati jalan yang dikelilingi kebun dan ladang yang penuh bunga. dari semua air yang pernah aku minum, aku ingin memberi yang paling segar, agar mereka gak rasakan haus lagi.  tapi aku gak bisa membiarkan mereka tumbuh kosong. setidaknya, mereka rasakan jalan bebatuan yang berlumpur. aku akan sediakan seribu pintu untuk kalian, akan kupastikan di tiap-tiap pintu ada aku. bertanyalah, menangislah, lalu pergi dengan rasa yang penuh. terkadang, rasa penasaran akan membuat kalian berani, maka itulah kesempatanku melihatmu kuat, aku percaya dengan kekuatan itu. aku tetap disini mengiringi keberanianmu. hingga suatu saat kalian merasa lelah aku akan selalu bersiap sebelum kalian datang, istirahatlah, besok akan aku antar kalian kembali melewati ladang bunga. meski kadang perjalanan denganku juga gak kalah buruk. namun jika itu terasa menyenangkan, akan langsung aku kabarkan pada kalian. mengantarkan kalian...

Terima kasih!

Ternyata menuju usia 24 itu bisa seseru itu, sesedih itu, sesemangat itu, seletih itu, sengakak itu, sehangat itu, sedeg-degan itu, dan semua “se-se” lainnya. Nggak nyangka, karena bersyukur dunia masih mengizinkan hidup sampai pagi ini. Semoga lebih lama lagi ya. Terima kasih atas doa-doa yang dilangitkan selama tahun ke-23 ku dan juga atas cinta yang tak terlihat, aku merasa dua hal itu punya nyawa. Aku sudah melakukan banyak hal, merasakan banyak hal baru, dan semua yang tumbuh dalam diriku sampai hari ini pasti ada peran doa dari kalian. Harapanku di 24 ini, meskipun bahagia dan sedih rasanya tak lagi sama, semoga dunia masih membutuhkan kita lebih lama. Seseorang pernah berkata, “u didn’t find someone who can help your life” tapi lihat aku sekarang semua ini berkat kalian... dan tentu saja, diriku sendiri. [now playing Long Live - Taylor Swift] Ternyata 24 ku, masih seru. Dewasa ini perayaan ulang tahun bagiku tidak terlalu menggebu seperti dikala belasan tahun. Lebih merasakan...