Langsung ke konten utama

Fase Temu

Emang bener ya setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya, kita pasti udah gabisa itung berapa kali bertemu dengan orang baru di hidup ini. Pertemuan-pertemuan gak sengaja ditengah fase hidup yang gak menentu bisa mempengaruhi segi mental seseorang (imo).

Ada orang baru yang bisa bikin hidup jadi lebih semangat ada juga yang sebaliknya. Namun, sebaiknya gak menaruh ekspetasi berlebih ke orang lain apalagi orang baru yang masih asing bagi kita, sebetulnya ini pilihan untuk menilai karakter orang lain yang datang di hidup kita.

Dengan gak menaruh ekspetasi tinggi ke orang lain itu juga bentuk menjaga diri sendiri, kita bikin tameng buat meminimalisir rasa sakit kalau kalau orang lain ini diluar dari tingkah lakunya hahaha paham kan? (orang menyimpan 1001 surprise dlm hidupnya.)

Gak ada salahnya juga untuk membuka kesempatan. pertama, set tujuan biar diri sendiri bisa punya skill sosial yang lebih-lebih lagi, beruntung kalo bisa unlock diri kita menjadi versi yang lebih baik. Dewasa ini aku lagi banyak belajar gimana menata diri sendiri saat bersosialisasi, apalagi aku notabenenya jarang keluar rumah yang bikin aku sangat jarang bersosialisasi sama warga tetanggaku.

Pernah ada cerita anak temennya ayahku, mbak ini juga jarang banget keluar rumah eh qadarullah dia jatuh di belokan gang depan, ditolongin sama warga dan ditanya anak mana? sekali lagi anak mana???? orang orang pada ga kenal :'( karena aku gak mau kejadian itu terjadi padaku, sekarang mulai aktif buat sapa-sapa orang sini dan hafalin nama, rumahnya dimana hahaga, untungnya orang masih tau aku anaknya bapak siape haha.

So, take a chance. Orang lain juga pasti memiliki kesempatan yang sama kayak kita, people come and go tuh pasti jadi gunakan peluang selagi kita mampu. Kenal orang baru gak selalu menakutkan kok, kita yang atur diri sendiri buat menyikapi orang lain. Selalu inget kuncinya di kontrol ekspetasi, mari minimalkan rasa kecewa dan tetep hadapi kondisi yang ada dengan waras.

Selamat mengenal orang baru, selamat menikmati hidup sosial yang seru, anicca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan - Jalan Malam Denganku dan Isi Kepalaku (Tiap Pukul 10)

fase kehidupan ini bener - bener gak pernah berakhir sebelum kita meninggal. tau gak? fase pelangi menjadi favoriteku. lengkungnya seperti tersenyum padaku. merah, kuning, hijau, tak pernah redup untuk pertama kalinya. fase ini, aku menggandeng seluruh jiwa yang bersembunyi, tak perlu takut, ada aku. fase selanjutnya... aku harap aku masih dibutuhkan. *** anak ini, mula - mula ingin menjadi dokter , namun saat remaja dia ingin jadi polisi, penyanyi, pelukis, pengarang. dewasa ini dia bagaikan air, tak sederas air terjun, tak sekuat deburan ombak, namun tak kering juga seperti musim di awal tahun. anak ini, masih berdiri diatas hobinya, berlayar dengan imajinasinya, larut dalam indahnya proses tumbuh menjadi apa yang dia mau. *** peran. "kamu itu mirip bapakmu" atau "kamu itu mirip ibumu" selain diriku, kalian jadi tau separuhku ya separuhnya mereka. aku suka sekali menulis, aku suka sekali keindahan yang dirasakan melalui mata dan telinga. ternyata disanalah bapakku...

Yang Mulai Sunyi, Diam dan Hilang

fotrek dari kameraku yang ikut happy Kapan hari ada satu konten lewat di beranda tiktokku, kontennya mbak mbak pulang kerja weekend langsung cus mendaki, seru kali bisa meluangkan waktunya untuk ' healing ' pikirku. Lalu aku bergulir ke comment section dan nemu beberapa komentar gini "kayaknya hobi ini bakal berakhir" terus ada yang bales "semua hobi bakal berakhir, kak." Aku diem, bengong, kosong. Teringat buku buku jurnalku, buku diary , sepedaku, kameraku, matcha toolsku, alat alat baking -ku, dan buku bacaan yang terakhir kali kubeli. Mereka semua hampir terbengkalai, hampir tak kusentuh lagi, meliriknya pun tak sempat. Aku takut mengiyakan komentar komentar itu. Denial. " aku hanya beristirahat"  batinku bohong.  Mungkin, hobi itu nggak benar benar berakhir. Mereka cuma lagi duduk diam, menunggu untuk kupanggil lagi, kusentuh lagi. Mereka hanya menunggu, setia, tanpa protes. Malah yang bikin aku takut bukan karena hobiku bakal berakhir, tapi k...

Nggak setiap hari aku berhasil

  Butuh waktu satu sampai dua tahun untukku memahami apa maunya diri sendiri. Sampai sekarang pun, masih terus belajar memahami. Foto saat jalan -jalan di pasar. Goalsku selalu beda beda tiap bangun tidur. Pagi ini aku ingin tenang sampai ujung hari, pagi kedua aku ingin sesuatu yang baru, pagi ketiga aku ingin maksimalkan perasaanku pada hal yang kutekuni, pagi ke empat aku ingin lebih sosial ke orang orang terdekatku. Sampai pada pagi ke lima, aku tidak punya rencana apapun. Di penghujung hari aku hanya terdiam, berpikir "tidak ada yang bisa ku capai hari ini". Pagi ke enam dan ke tujuh aku coba mengerahkan seluruh bahan bakar yang kupunya, yang ku dapat malah kelelahan. Nggak setiap hari aku berhasil melewati waktu yang kupikir baik untukku. Rencana rencana yang di susun apik dan rapi, bisa keluar dari arena kepemilikanku. Nggak setiap hari aku berhasil memahami diriku. Bahkan dalam cermin mataku, aku bisa menjadi seribu wajah yang tak selalu kukenali. Nggak setiap hari ak...