Langsung ke konten utama

Malang (too good to say goodbye)

Sebenernya gak jarang juga aku ke Malang karena beberapa kali masih ke kosan adik, tapi kali ini bareng besdiee yang sepenuhnya berjuang bareng selama di Malang. Berangkat naik kereta subuh mengulang kenangan pas masih kuliah, tiap pulang mingguan bareng ya kita naik kereta pilih tempat duduk berdua tapi aku selalu pengen dekat jendela hehe. Kalo ga dapet duduk kita berdiri di bordes, soale bibol selalu gamau cari kursi kosong idk alasannya apa sih lebih memilih berdiri di bordes :(

***
Rencana ke Malang kali ini mau temenin bibol ambil ijazah sekalian meet up after graduated, waktu dia wisuda aku berhalangan hadir soale qadarullah Ka'i ku berpulang tepat malam sebelum hari wisuda, janji juga bakal makan seblak mamang ndut pas dia pindahan eh qadarullah aku kena cacar, jadi alhamdulillah hari ini bisa having fun sebentar sama dia memenuhi janji mam mamang ndut heheeheee.
     
Malang dari pagi udah kerasa mendungnya, maklum udah masuk musim hujan dari tahun kemarin sampe sekarang masih deres terus tiap abis dhuhur pasti hujan turun, ini sih yang aku sayangkan soale terakhir kepergianku dari Malang aku belum sempat ngerasain tenangnya hujan di Malang :( padahal kalo hujan diem dikos sambil muter Enchanted - Taylor Swift kan oke banget suasananya.

Hari ini super fun, dari pertama nyampe langsung ke kampus dan naik sepeda listrik keliling kampus bcs kita gada bawa motor haha, lumayan juga olahraga pagi kan sepedahan. Karena ga bisa kemana - mana akhirnya kita sewa motor biar easy klo mau cari makan dan camilan, salah satu menu wajib tuh Geprek Ragil Jl.Senggani, parah enak banget buat solusi lapar daripada bingung cari yang macem-macem dan kalau mager ke Warung Bengkel. Seperti biasa pesanan dengan menu yang sama ayam geprek dan jamur crispy favoo banget di lidah kita, beruntungnya beli di hari libur jadi warung sepi dan masih kebagian lauknya. Abistu kita pigii keliling biar yang di perut agak longgar dan lanjut mamang nduttt. Pas udah agak sorean kita mampir e Mog, superindo dan kopi studio sebagai penutup hari.
make your time feel comfortable and save more gowdd memories🤍

see u Malang.
last. already miss u again & again


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan - Jalan Malam Denganku dan Isi Kepalaku (Tiap Pukul 10)

fase kehidupan ini bener - bener gak pernah berakhir sebelum kita meninggal. tau gak? fase pelangi menjadi favoriteku. lengkungnya seperti tersenyum padaku. merah, kuning, hijau, tak pernah redup untuk pertama kalinya. fase ini, aku menggandeng seluruh jiwa yang bersembunyi, tak perlu takut, ada aku. fase selanjutnya... aku harap aku masih dibutuhkan. *** anak ini, mula - mula ingin menjadi dokter , namun saat remaja dia ingin jadi polisi, penyanyi, pelukis, pengarang. dewasa ini dia bagaikan air, tak sederas air terjun, tak sekuat deburan ombak, namun tak kering juga seperti musim di awal tahun. anak ini, masih berdiri diatas hobinya, berlayar dengan imajinasinya, larut dalam indahnya proses tumbuh menjadi apa yang dia mau. *** peran. "kamu itu mirip bapakmu" atau "kamu itu mirip ibumu" selain diriku, kalian jadi tau separuhku ya separuhnya mereka. aku suka sekali menulis, aku suka sekali keindahan yang dirasakan melalui mata dan telinga. ternyata disanalah bapakku...

Yang Mulai Sunyi, Diam dan Hilang

fotrek dari kameraku yang ikut happy Kapan hari ada satu konten lewat di beranda tiktokku, kontennya mbak mbak pulang kerja weekend langsung cus mendaki, seru kali bisa meluangkan waktunya untuk ' healing ' pikirku. Lalu aku bergulir ke comment section dan nemu beberapa komentar gini "kayaknya hobi ini bakal berakhir" terus ada yang bales "semua hobi bakal berakhir, kak." Aku diem, bengong, kosong. Teringat buku buku jurnalku, buku diary , sepedaku, kameraku, matcha toolsku, alat alat baking -ku, dan buku bacaan yang terakhir kali kubeli. Mereka semua hampir terbengkalai, hampir tak kusentuh lagi, meliriknya pun tak sempat. Aku takut mengiyakan komentar komentar itu. Denial. " aku hanya beristirahat"  batinku bohong.  Mungkin, hobi itu nggak benar benar berakhir. Mereka cuma lagi duduk diam, menunggu untuk kupanggil lagi, kusentuh lagi. Mereka hanya menunggu, setia, tanpa protes. Malah yang bikin aku takut bukan karena hobiku bakal berakhir, tapi k...

Nggak setiap hari aku berhasil

  Butuh waktu satu sampai dua tahun untukku memahami apa maunya diri sendiri. Sampai sekarang pun, masih terus belajar memahami. Foto saat jalan -jalan di pasar. Goalsku selalu beda beda tiap bangun tidur. Pagi ini aku ingin tenang sampai ujung hari, pagi kedua aku ingin sesuatu yang baru, pagi ketiga aku ingin maksimalkan perasaanku pada hal yang kutekuni, pagi ke empat aku ingin lebih sosial ke orang orang terdekatku. Sampai pada pagi ke lima, aku tidak punya rencana apapun. Di penghujung hari aku hanya terdiam, berpikir "tidak ada yang bisa ku capai hari ini". Pagi ke enam dan ke tujuh aku coba mengerahkan seluruh bahan bakar yang kupunya, yang ku dapat malah kelelahan. Nggak setiap hari aku berhasil melewati waktu yang kupikir baik untukku. Rencana rencana yang di susun apik dan rapi, bisa keluar dari arena kepemilikanku. Nggak setiap hari aku berhasil memahami diriku. Bahkan dalam cermin mataku, aku bisa menjadi seribu wajah yang tak selalu kukenali. Nggak setiap hari ak...