Entah sudah berapa kali kecewa,
Pikirku manusia itu ada yang diciptakan gak pernah kapok dengan rasa sakit, atau manusia itu dilahirkan dari ketulusan. Sebenernya kita mampu untuk berpikir dan mencegah hal yang merugikan mental. Namun, kadang kadang hati selalu mendahului dan bisikin "coba lah, mungkin ini gak akan sama dengan yang lalu." Dan ya, terjadilah.
Kita dibuat lupa dengan hal - hal yang membuat kita jatuh, seperti tak sengaja mencampurkan kain hitam di tengah kain putih. Terkadang ada keinginan yang entah datang dari mana, mendorong kita untuk melakukannya sekali lagi.
Sudah berapa banyak versi dari diri sendiri yang berubah? berapa kali upaya untuk kembali?
Pada akhirnya kita akan selalu belajar, belajar, dan belajar diatas kehidupan diri sendiri. Hanya atas izin dirimu sendiri untuk tumbuh dengan didikan kecewa atau bahagia.
Bahagia karena kecewa. Sedih karena kecewa. Bangga pernah kecewa. Hebat sudah kecewa.
Menurutku, gak semua kata yang punya makna negatif seperti 'kecewa' selalu memberikan keburukan juga, kita berhak menyikapi dengan positif dan waras, kemudian disinilah kita akan bertemu.
Dengan ketenangan.
Komentar
Posting Komentar