lagi kepikiran makna potongan lirik lagu yang sedang viral, kira - kira gini liriknya "saat kau ragu arah tuju, disitulah kau mulai terbawa arus" ini potongan lirik lagu dari Amigdala.
dari yang aku lihat trend ini mengarah ke suatu perubahaan seseorang menuju ke arah lebih baik maupun sebaliknya. namun jika di lihat lagi liriknya, kita tuh sebenernya lagi di ambang ketidakpastian mau ke arah A atau B, mau percaya sama maps atau sengalirnya aja jalan membawa kita kemana. nah arus ini yang perlu diperhatikan baik - baik, dengan adanya kita punya prinsip insyaAllah bisa tau nih arah mana yang baik untuk dilewati dan arah mana yang menuju ke hal merugikan.
oke sekarang aku coba aplikasikan ke cerita tentang kehilangan, karena menurutku kehilangan ini salah satu hal yang membuat perubahan pada hidup manusia. kehilangan ini maknanya besar dan luas, tiap manusia pasti pernah mengalaminya. mengatasi kehilangan ala aku dulu pake konsep 5w 1h.
• yang pertama apa yang hilang darimu? dari hidupmu? atau dari apapun yang bersangkutan denganmu? bisa sedekat keinginan atau seberharga manusia, bisa jadi barang juga.
• who? siapa yang bisa tolong? yang bisa mengerti? ke siapa kamu bercerita gitu kali ya. banyak opsinya bisa ke Allah, diri sendiri, orang tua, sahabat, ahlinya dsb.
• kapan saat yang tepat buat mengeluarkan uneg uneg itu? menurutku kalo ke manusia semua tergantung kesiapan, karena gak semua bisa di mengerti oleh orang lain, belum tentu bisa merasakan yang sama.
• dimana nanti semua nya berujung? yang harus disadari adalah hasil dari kehilangan itu sakit, dan ujungnya adalah heal.
• nah terakhir bagaimana ini yang ada beberapa point, gimana diri sendiri menyikapinya? gimana kita prioritasin letak emosi? baru deh cari cara gimana mengatasi hal kehilangan ini?
- tbh, secara alami kehilangan datang diiringi syok, sedih, bingung, hopeless. gak dipungkiri akupun berhari - hari kalut dalam sedih.
- tapi kemudian ada kesadaran bahwa yang terjadi memang sudah terjadi, kalau aku nurut terus sama emosiku yang gak jelas itu, mau sampai kapan ditumpuk rasa-rasa negatif. apalagi masa itu bisa dikata rawan akan godaan. arus godaan ini kenceng banget, karena bercampur sama emosi yang belum bisa di setir.
so, menyikapi kehilangan yang akupun gak bisa prediksi ini tuh dengan cara keluar, menerima sakitnya, menerima yang telah hilang, menemukan hal yang bisa membuatmu tersalur, temukan rasa syukur, gapai hal hal positif, luckyli i like writing. yang jadi salah satu sarana buatku menjawab kapan uneg-uneg ini harus keluar.
gak mudah dan gak ada kuncinya selain istiqomah, gapapa sampai sekarang masih sering teringat, but relapse will not defeat u.
jadi, sedini mungkin kamu kasih warning buat arus-arus yang gak searah dengan tujuanmu, dan selamatlah. seperti judul lagunya Di Ambang Karam kamu harus lebih berusaha pertahankan kapalmu. dan setelah hilang itu datang dan aku sempat porak poranda, bersyukurnya kutemukan arus ini, yang tidak membawaku pergi jauh dari diriku sendiri, membawaku kembali. instead this will stick to me even more.
sedihlah, sehatlah dan sembuhlah.
memang cerita ini kaitannya denganku, tapi aku harap opiniku bisa diartikan secara universal.
yang hilang tak akan kembali, jika kembali pun tidak menjamin 100% sama, maka ikhlaslah.
btw, for me its been almost four years and a year since someone passed away, the vibes is different but it feels likeee, hmm you know, sometimes it feels like i'm still in that hole.
but it's okay, aku tetap akan belajar tiap hari, kamu pun.
god bless us all.
selamat jalan mencari arusmu.
Komentar
Posting Komentar