satu tahun lalu aku dengar sebuah quotes dari Ust. Hanan Attaki saat menghadiri satu kajiannya di Surabaya, bahwa "kalau sulit buat buka hati maka yang dibuka pertama kali itu kesempatannya".
Aku pun bertanya tanya, seperti apa nih maksudnya UHA untuk buka kesempatan? setelah ku cari arti dari kalimat itu, mungkin maksudnya adalah kesempatan untuk membuka hati kaliya. dan aku ngide untuk coba menerapkan kalimat tersebut, tapi kenapa malah kesempatan itu rasanya gak fit di aku ya.
usahaku untuk move on dari kejadian beberapa tahun silam, salah satunya tuh buka kesempatan itu seluas luasnya. sampai pada hari hari kesempatan itu aku buka dan berikan untuk diriku sendiri. bener-bener niat memper-erat bonding dengan diri sendiri. ternyata kesempatan itu dibuka bukan melulu dianjurkan pada orang lain yang melengkapi kita. ternyata melibatkan seseorang untuk penuhi ego dan nafsu sesaat kita tuh gak selalu berhasil, jadi aku pilih untuk putar balik dan kembali memilih diri sendiri. sebelum memilih orang lain.
awalnya pasti berat dan ngerasa pengen juga liat yang lain kok kayaknya bahagia gitu sama plus one-nya. pasti hidupnya rame, notifnya gak pernah sepi, ada tempat cerita, dan ada yang ngajak jalan. tapi setelah kesempatan itu terbuka untuk diri sendiri, jadi punya banyak waktu untuk belajar dan memperbaiki yang sebelumnya hilang, yang sebelumnya gak sempat dilakukan.
jalanku pelan, tapi mulai keliatan dan kerasa cocok. ternyata gini ya rasanya, gak jatuh cinta, gak merasa kesepian, PR-nya ada tapi gak terlalu numpuk. kalau dulu menjaga dua orang, sekarang menjaga diri sendiri begimana biar gak oleng, biar ga keluar jalur. aku yang pegang setirnya dan ngeeeeng berangkat sendiri.
another day another surprise, kek masyaAllah semesta tuh selalu kasih aku clue sehari satu hal-hal yang relate, buat ngingetin aku kali ya. sampe akhirnya ada lah keputusan di hidupku ini untuk gak pacaran lagi, garis bawahi kata 'lagi' nya yaa :( aku gak menyangkal bahwa aku datang dari hubungan sebelumnya. iya semua ke-pernahan itu akhirnya aku pelajari dan dapat kesimpulan untuk selanjutnya aku memahami aturan ini. kalau katanya aturan itu untuk dilanggar, tapi bakal gak enak dan gelisah.
aku juga pernah dibilang "itumah karena hubunganmu gagal aja, coba bisa lanjut sampai akhir pasti akan terus jalan" bisa jadi sih, tapi hadiah dari Allah tuh semendadak itu yakaan, dan sayang banget kalau di anggurin. toh gakda salahnya unboxing hadiah itu dan waw wow sendiri dengan isinya. hahahahaha.
aku akui emang berat meninggalkan yang gak disukai Allah. makanya sekarang mikirnya kalau diberi kesempatan untuk gak kearah situ lagi, semoga jalur yang sekarang ini Allah pun ridho, bcs i never felt like i was at the peak of my happiness before, but Allah gave it to me. Alhamdulillah. if u know u know guys (the rules).
kalau suatu saat keinginan untuk kesana itu muncul di aku atau kalian, selalu inget deh kita punya rasa tapi Allah punya aturan.
sekian dan terimakasih sudah mengikuti cerita singkatku mengenai aturanNya (di topik/perkara lovelove ini) ayoo belajar bersama sama.
"learning is a journey that never ends."
Komentar
Posting Komentar