pernah gaksi kelen ada di momen hatimu tuh diam-diam banyak tanya kek "ini beneran keinginanku, atau aku hanya ingin diakui?"
well, kita hidup di dunia yang berisik, gemuruh riuh dimana-mana. pencapaian sering kali diukur dari apa yang dilihat, bukan dari apa yang dirasakan. luxury brand, perfect couple, tubuh ideal, bahkan kesuksesan yang menyilaukan mata. sadar gak kalau kita tuh sampai lari-larian ngejar semua itu, padahal kita gak tau apa bener hal itu bisa mengisi ruang kosong di diri kita, di jiwa kita, atau hanya untuk memenuhi ekspetasi dunia sih?
aku pernah ngebayangin, gimana ya kalau gak ada satupun mata yang melihat, gak ada lagi semarak pujian, apa aku masih pengen sama hal itu yaaaa?
dan masih sering kulupa, bahwa yang benar dikatakan kebahagiaan itu gak pernah lahir dari sebuah pembuktian. padahal kebahagiaan itu sunyi, sepi, yang tumbuh dan dipupuk oleh perasaan cukup. cukup untuk diri sendiri, tidak untuk dunia.
sometimes kita tuh lari kenceng mengejar sesuatu yang nyatanya itu cuma sebuah bayangan. kita mikirnya kalau kita punya bayangan itu bisa bikin kita lebih bernilai, bintang empat, lebih banyak dapat cinta, and people will appreciate it more. padahal kita gak butuh itu untuk merasa utuh.
happiness is not a matter what we have, tapi tentang perdamaian diri dengan hal-hal yang sudah kita miliki.
yuk melipir dikit ke rest area, n talk to urself dalam-dalam, kalau gak ada perhatian dari dunia, kalau hanya diri yang tau, apa masih mau punya itu semua? once again, masih kah?
temukan rasa lega itu, rasa ikhlas, rasa syukur. karena saat kita memilih apa yang benar-benar kita inginkan (bukan apa yang ingin dilihat dunya) insyaAllah kita bakal nemuin sesuatu yang lebih berharga dari itu.
damai.
Komentar
Posting Komentar