tiba-tiba flashback ke masa dimana aku mulai kenal dengan seni selain menggambar dan mewarnai.
dulu tuh ada bank swasta yang nerima tabungan bocah SD, nabungnya mulai dari lima ribuan pun gapapa. setelah pulang dari sekolah aku selalu diantar menabung ke bank sama ayahku. kemudian, karena udah tau pergaulan dan mulai berkawan dengan banyak model manusia sehingga sifat pemaluku mengering, alhasil duit tabunganku itu berubah jadi hp Cross warna putih modelan Blackberry gitu. hahaa.
dari sini aku kenal fitur pemutar musik (selain DVD) yang kalau ngisi musiknya kudu ke konter hp dulu haha. The Cranberries jadi band western pertama yang klop sama telingaku, lagunya Ode to my family. saking cintanya, lagu ini keturutan 10x diputar olehku dengan suasana sore, rambut terurai karena masih basah, duduk bersandar di tumpukan kardus aq*a, di tangga toko. bro, i totally miss those vibes!
another day another hobby mengiringi tumbuhku, kelas lima SD aku mulai suka bikin diary di belakang buku pelajaranku hahahaaa dan hal ini ternyata masih terjadi sampai aku kuliah. aku ingat betul buku bentukan Rilakuma yang kubeli karena impulsive, dengan tulisanku yang besar-besar sehingga mudah dibaca meski fontnya ceker ayam. mulanya aku buat nulis huruf hijaiyah sampe akhirnya tuh buku berubah jadi daftar playlist lagu favoriteku :((((
buku itu perlahan penuh, dari Rilakuma jadi notebook Cherrybelle terus jadi buku-buku lain dan terakhir jadi notes digital yang isinya kalo gak ceritain hari-hariku yaa ceritain kisah cinta monyetku yang bener-bener monyett kala itu hahahaha. semua yang tersayang olehku selalu punya ruang di tiap lembarnya.
aku suka merekam kenangan, memastikan bahwa suatu saat meski dari satu kata yang terbaca atau suara yang kudengar, aku bisa menyelami kembali moment itu dengan perasaan tenang. agar aku bisa mendongengkan kepada yang termuda bagaimana masa lampau itu kujalani. semoga kalian yang pernah merimbun di hidupku, berkenan terlibat di lembar kisahku.
aku sudah menyelami banyak lagu, puisi, cerpen, memoar dan jurnal. ternyata punya hal yang disuka dan berjalan dewasa dengan hal itu selalu menyenangkan. meskipun terkadang lembaran itu diisi hal-hal penuh luka, akan selalu ada lembar penghibur di hari lain. do what makes you calm guys, sesuatu yang kita suka tidak akan benar-benar mati karena sibuk mendua dengan hal lain. get yours!
Komentar
Posting Komentar