kita pasti pernah mengalami masa-masa sulit di mana rasanya nggak ada tempat buat cerita. kadang cuma sebentar, tapi tetap aja rasanya seperti sendirian. bahkan orang yang kelihatan paling kuat pun, pada akhirnya, butuh tempat untuk bersandar kan?
karena tuu menurutku, menemukan seseorang untuk diajak berbagi itu penting entah itu teman, keluarga, atau bahkan orang asing yang tanpa diduga bisa menjadi pendengar yang baik. tapi nyatanya nggak semua orang bisa melakukan itu. nggak semua orang punya keberanian untuk membuka diri. kadang ada rasa malu, takut, atau ‘sungkan’ untuk membagikan isi pikiran kita.
aku sendiri pernah berada dalam fase di mana aku memilih untuk tidak banyak bercerita. berbulan-bulan aku nggak lagi berbagi cerita dengan orang-orang yang biasanya menjadi tempatku mencurahkan isi hati. bukan berarti aku menarik diri sepenuhnya dari kehidupan sosial, aku tetap ngobrol dan tetap ketawa ketiwi sama mereka seperti biasa. tapi bedanya, nggak ada lagi kalimat, "eh, aku mau cerita deh," atau "hari ini rasanya abcd."
awalnya, aku ngerasa aneh. apa aku jahat sama diri sendiri ya? karena sebelumnya, aku tuh tipe orang yang suka berbagi dan langsung cerita kalau ada sesuatu yang mengganggu pikiranku hehe. tapi makin ke sini, aku sadar kalo ini bukan bentuk menyakiti diri sendiri, justru ini tuh proses mengenal diriku lebih dalam. aku belajar mengandalkan diriku sendiri sebelum menggantungkan every piece of me ke orang lain.
mungkin, tanpa aku sadari ini juga caraku untuk melindungi diri. sejujurnya aku ‘agak’ trauma untuk terlalu intens bercerita dengan seseorang. bukan berarti aku nggak mau berbagi, tapi lebih ke menyadari bahwa nggak semua harus diceritakan secara langsung, nggak semua isi pikiran harus dikeluarkan setiap saat. ini jadi cara untuk membantuku mengatasi trauma bercerita bukan dengan menutup diri sepenuhnya, tapi dengan belajar memilah mana yang perlu dibagikan dan mana yang cukup aku pahami sendiri.
kadang, cukup kita aja yang ngerti.
dan ternyata, aku merasa lebih tenang. aku nggak lagi merasa harus selalu terhubung dengan orang lain untuk merasa utuh. Aku tetap menikmati waktu bersama mereka, tapi juga nyaman dengan diriku sendiri. Aku tetap bisa berbagi cerita, tapi tanpa merasa ‘harus’ melakukannya setiap saat. dari sini, aku belajar bahwa kesendirian bukan berarti kesepian. Ada begitu banyak hal dalam hidup yang bisa kita nikmati sendiri tanpa harus selalu melibatkan orang lain. i learned that being alone doesn't mean being lonely, there are so many things in life we can enjoy by ourselves without always having someone else there :)
jadi, kalau kamu lagi ada di fase di mana nggak ada ‘someone to talk to' gapapaa. jangan merasa bersalah pada diri sendiri. ur not mean, kamu cuma lagi belajar untuk mandiri secara emosional. dan justru, ini bisa menjadi salah satu bentuk self-care terbaik yang bisa kamu berikan pada diri sendiri.
tapi ingat guis, belajar untuk kuat secara emosional bukan berarti kita nggak butuh orang lain dalam hidup kita. emang banyak keindahan dalam menikmati kesendirian ketika kita bisa memahami diri tanpa menunggu validasi dari orang lain. tapi pada akhirnya, kita tetap manusia. kita tetap butuh interaksi. kadang, yang kita cari bukan solusi atau saran, tapi sekadar perasaan bahwa ada seseorang yang benar-benar mau mendengar tanpa menghakimi.
karena sekuat apa pun seseorang, pasti ada bagian dari dirinya yang ingin terkoneksi dengan orang lain. ingin merasa lega karena bisa berbagi. dan ingin merasa tenang, bukan hanya dalam diam, tapi juga dalam didengarkan.
"Sebenarnya, tidak didengarkan juga adalah salah satu bentuk kesepian - Ya"
My fav 🫶🏻🥰
BalasHapus