Langsung ke konten utama

Postingan

Luka

peeps, mau ceritaaaa. hari Minggu lalu aku kan gowes ke tempat hidden gem di tepian sungai gituu. viewnya cakep banget, cocok buat ngelamun atau sekadar duduk santai. nah, fun fact-nya sungai ini tuh ternyata terbentuk karena rembesan letusan lumpur lapindo. jadi, limbah lumpurnya dibuang ke sungai di dekat tol HK, terus ngerembes ke mana-mana. *cmiiw ya kalau ada yang lebih paham. yang awalnya cuma duduk-duduk menikmati suasana, nggak lama kemudian ada bapak-bapak naik motor, yang tiba-tiba berhenti dan turun. refflek was-was dong, secara itu tempatnya sepiii. tapi ternyata bapaknya nggak ada maksud aneh-aneh. beliau cuma berdiri sebentar, terus tiba-tiba bilang "yowes ngene iki urip, dino-dino kari ngenteni bengi tok" [ya beginilah hidup. setiap hari cuma nunggu malam datang]. ternyata dulu rumah beliau ada di situ, tepat di depan kita (pemandangan yang lagi aku nikmati) tapi sekarang udah nggak berbentuk sama sekali gara-gara lumpur Lapindo, beliau kehilangan segalanya. te...

Terekam

tiba-tiba flashback ke masa dimana aku mulai kenal dengan seni selain menggambar dan mewarnai. dulu tuh ada bank swasta yang nerima tabungan bocah SD, nabungnya mulai dari lima ribuan pun gapapa. setelah pulang dari sekolah aku selalu diantar menabung ke bank sama ayahku. kemudian, karena udah tau pergaulan dan mulai berkawan dengan banyak model manusia sehingga sifat pemaluku mengering, alhasil duit tabunganku itu berubah jadi hp Cross warna putih modelan Blackberry gitu. hahaa. dari sini aku kenal fitur pemutar musik (selain DVD) yang kalau ngisi musiknya kudu ke konter hp dulu haha. The Cranberries jadi band western pertama yang klop sama telingaku, lagunya Ode to my family. saking cintanya, lagu ini keturutan 10x diputar olehku dengan suasana sore, rambut terurai karena masih basah, duduk bersandar di tumpukan kardus aq*a, di tangga toko. bro, i totally miss those vibes! another day another hobby mengiringi tumbuhku, kelas lima SD aku mulai suka bikin diary di belakang buku pelajar...

Refleksi Tengah Malam

pernah gaksi kelen ada di momen hatimu tuh diam-diam banyak tanya kek " ini beneran keinginanku, atau aku hanya ingin diakui? "  well, kita hidup di dunia yang berisik, gemuruh riuh dimana-mana. pencapaian sering kali diukur dari apa yang dilihat, bukan dari apa yang dirasakan. luxury brand, perfect couple, tubuh ideal, bahkan kesuksesan yang menyilaukan mata. sadar gak kalau kita tuh sampai lari-larian ngejar semua itu, padahal kita gak tau apa bener hal itu bisa mengisi ruang kosong di diri kita, di jiwa kita, atau hanya untuk memenuhi ekspetasi dunia sih? aku pernah ngebayangin, gimana ya kalau gak ada satupun mata yang melihat, gak ada lagi semarak pujian, apa aku masih pengen sama hal itu yaaaa?  dan masih sering kulupa, bahwa yang benar dikatakan kebahagiaan itu gak pernah lahir dari sebuah pembuktian. padahal kebahagiaan itu sunyi, sepi, yang tumbuh dan dipupuk oleh perasaan cukup. cukup untuk diri sendiri, tidak untuk dunia. sometimes kita tuh lari kenceng mengejar se...

Kesempatan

satu tahun lalu aku dengar sebuah  quotes  dari Ust. Hanan Attaki saat menghadiri satu kajiannya di Surabaya, bahwa "kalau sulit buat buka hati maka yang dibuka pertama kali itu kesempatannya".  Aku pun bertanya tanya, seperti apa nih maksudnya UHA untuk buka kesempatan? setelah ku cari arti dari kalimat itu, mungkin maksudnya adalah kesempatan untuk membuka hati kaliya. dan aku ngide untuk coba menerapkan kalimat tersebut, tapi kenapa malah kesempatan itu rasanya gak fit di aku ya.  usahaku untuk move on dari kejadian beberapa tahun silam, salah satunya tuh buka kesempatan itu seluas luasnya. sampai pada hari hari kesempatan itu aku buka dan berikan untuk diriku sendiri. bener-bener niat memper-erat bonding dengan diri sendiri. ternyata kesempatan itu dibuka bukan melulu dianjurkan pada orang lain yang melengkapi kita. ternyata melibatkan seseorang untuk penuhi ego dan nafsu sesaat kita tuh gak selalu berhasil, jadi aku pilih untuk putar balik dan kembali memilih di...

Prioritas

akhir-akhir ini muncul satu kalimat yang luar biasa insightfull, sampai semua yang aku pikirkan kembali ke tujuan dari satu kalimat ini. "karena Allah SWT punya aturan" masyaAllah kalimat ini tuh bikin ngebuka semua kekhawatiran, kegelisahan, kesedihan dan rasa penasaran jadi lebih legowo, untuk diriku yang masih banyak belajar ini. cry. se-simple itukah untuk merasakan bahwa ini ketetapan Allah dan hidup tanpa mengeluh? gak dong, namanya juga manusia pasti pernah " ya Allah kok gini sih " dan menurutku pembahasan ini bakal make sense sama pepatah "apa yang kamu tabur, itu yang akan kamu tuai". mari mengambil contoh dari kejadian kecil yang akhirnya ini jadi besar karena 'larut'. guest starnya adalahhhhh jeng...jeng...jeng, YAP ' Sholat '. kadang apa yang kita minta lebih besar daripada yang kita beri, wallahu a'lam. kalo udah menyangkut Sholat tuh biasanya, udah waktunya tapi ngantuk, udah waktunya tapi cucian belom beres, udah waktuny...

Lagi - lagi beropini

lagi kepikiran makna potongan lirik lagu yang sedang viral, kira - kira gini liriknya "saat kau ragu arah tuju, disitulah kau mulai terbawa arus" ini potongan lirik lagu dari Amigdala. dari yang aku lihat trend ini mengarah ke suatu perubahaan seseorang menuju ke arah lebih baik maupun sebaliknya. namun jika di lihat lagi liriknya, kita tuh sebenernya lagi di ambang ketidakpastian mau ke arah A atau B, mau percaya sama maps atau sengalirnya aja jalan membawa kita kemana. nah arus ini yang perlu diperhatikan baik - baik, dengan adanya kita punya prinsip insyaAllah bisa tau nih arah mana yang baik untuk dilewati dan arah mana yang menuju ke hal merugikan. oke sekarang aku coba aplikasikan ke cerita tentang kehilangan, karena menurutku kehilangan ini salah satu hal yang membuat perubahan pada hidup manusia. kehilangan ini maknanya besar dan luas, tiap manusia pasti pernah mengalaminya. mengatasi kehilangan ala aku dulu pake konsep 5w 1h. • yang pertama apa yang hilang darimu? da...

Resep : agar daging lebih empuk

Beberapa bulan yang lalu bertepatan dengan hari Idul Adha dimana sunnahnya seseorang beragama menyembelih hewan kurban. Ada pemikiran yang muncul ketika aku melihat proses pengolahan daging-daging kurban tersebut menjadi menu makanan.  di bulan itu aku tulis seperti ini pengungkapannya : resep daging rawon agar empuk salah satu kewajiban masak rawon ya harus ada kluweknya, pas disajikan juga lebih enak ditaburi kecambah mini dan bagor, kebayang enaknya pas masuk mulut gasih? seger kan kuah hitamnya bercampur sama bawang pre. 11 12 seperti hidup kita, kewajibannya tu sholat, apa coba yang di rasain kalo udah sholat? jadi enteng/ringan mau ngelakuin aktifiti setelahnya karena diawali wudhu juga jadinya adem ya di badan ya di hati gaseeeh? btw aku keinget jadi terus sama kutipan lagu dari Sal Priadi "adakah sungai sungai itu benar benar dilintasi dengan air susu, juga badanmu tak sakit sakit lagi, kau dan orang orang di sana muda lagi" dikutipnya QS Muhammad[15] coi :( indah bgt...